Dosen Teknik Mesin Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Muhammadiyah Sidoarjo Dr. Prantasi Harmi Tjahjanti,S.Si.,MT, mendapatkan kesempatan untuk mempresentasikan penelitiaannya pada konferensi Broad Exposure on Science and Technology (BEST 2019) yang dihelat pada 7-8 August 2019 di Sanur Paradise Plaza Hotel Bali.

Pangung utama Konferensi BEST 2019

Konferensi tersebut dihadiri kurang lebih 220 peserta dari kalangan Akademisi/Institusi, dan Praktisi.

Keynote speaker pada acara ini:

Keynote 1: Prof. Zenji Horita, Kyushu University Japan

Keynote 2: Prof. Khashayar Saleh, Sorbonne Universités -UTC Compiègne France

Keynote 3: Poki Chen, National Taiwan University of Science and Technology (NTUST)

Keynote 4: Charmeida Tjokrosuwarno,MA.,M.Com.,MPM, Katama Inovasi Global, Jakarta, Indonesia

Keynote 5: Prof. Hendro Wicaksono, Jacobs University Bremen Germany

Keynote 6: Prof. Hakim Naceur, Université Polytechnique Hauts -de-France

Keynote 7: Dr.M. Ro’il Bilad, Universiti Teknologi Petronas , Malaysia

Suasana ruang aula/ Hall saat konferensi berlangsung

Broad Exposure on Science and Technology (BEST 2019) merupakan forum pertemuan bidang-bidang ilmu: Material science, Metallurgy and Material, Chemical, Mechanical, Electrical, Industrial, and Civil Engineering. Hal yang menarik dari Broad Exposure on Science and Technology (BEST 2019) adalah presentasi yang disajikan merupakan hasil-hasil penelitian yang solve the problem, yang dapat mengatasi permasalahan yang terjadi dulu, sekarang dan yang akan datang. Bahkan salah satu keynote speaker yang berasal dari Jacobs University Bremen Germany menyampaikan bahwa visi dan misi penelitian di Institusinya hanya dikhususkan penelitian untuk mengatasi dan memecahkan masalah-masalah. Beliau menyampaikan bagaimana kunci-kunci penting dalam mempersiapkan Industri 4,0  khususnya dalam teknologinya, bisnis, edukasi dan juga sikap diri.

Dr. Prantasi (berkerudung) bersama Rektor Univ. WR Supratman Surabaya dan diapit oleh Keynote Speaker asal Jerman dan Prancis di BEST 2019

Dr. Prantasi Harmi Tjahjanti,S.Si.,MT, dosen Teknik Mesin Universitas Muhammadiyah Sidoarjo, yang hadir dalam acara ini, juga menyampaikan hasil penelitiannya khususnya dalam mengatasi pipa baja karbon rendah yang mudah terkorosi, dilakukan dengan cara memberi lapisan/coating graphene oxide dicampur dengan waterborne paint pada baja tersebut.  Lapisan coating tersebut tidak beracun, karena tidak memakai cairan thinner. Hasil penelitian diperoleh bahwa laju penembusan korosi (Corrosion Penetration Rate/CPR) sangat kecil di bawah standar CPR yaitu 0.5 mm/year, artinya bahwa coating graphene oxide dicampur dengan waterborne paint dapat menangkal serangan korosi dengan baik. (why)

Related Post

Type your Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *