Tim Lomba Teknik Mesin yang beranggotakan 4 mahasiswa yaitu Dinda Rukmana, Muhammad Arif Rachman , Aan Setia Budi , Achmad Jakfar F. berhasil meraih prestasi 8 besar Lomba Nasional Tahunan Rancang Bangun Mesin IX 2019 bertema Alat Bantu Kemaritiman.

Bertempat di Universitas Trisakti Jakarta pada 9-10 Oktober 2019 Proposal Lomba Fast Response Rescue Ship with Automatic Airbag System” milik Teknik Mesin UMSIDA berhasil lolos desk evaluation 10 proposal ( Top 10) dari 44 proposal yang masuk. Diantara proposal yang masuk Top 10 antara lain:

  1. Universitas Lampung
  2. Universitas Muhammadiyah Yogyakarta
  3. Universitas Trisakti
  4. Universitas Sebelas Maret
  5. Universitas Kristen Petra
  6. Universitas Brawijaya
  7. Universitas Muhammadiyah Malang
  8. Universitas Muhammadiyah Sidoarjo
  9. Universitas Nusa Cendana
  10. Universitas Andalas Padang

Dinda Rukmana sebagai ketua tim Lomba menuturkan motivasi Tim ini mengikuti kompetisi karena ingin mengikuti ajang nasional bersaing dengan Prodi Teknik Mesin Universitas ternama lainya dan mengharumkan Prodi Teknik Mesin Universitas Muhammadiyah Sidoarjo. Awal mula muncul ide tentang alat bantu kemaritiman dari diskusi tema bersama dosen Pembimbing A’rasy Fahruddin. Akhirnya ide jatuh kepada alat yang bisa menolong orang tenggelam secara cepat. Ide itu didasari karena saat ini proses penyelamatan atau memberi pelampung kepada orang tenggelam dirasa kurang cepat. Kamudian dirancanglah sebuah kapal tanpa awak (remot kontrol)  dilengkapi air bag yang dapat mengapungkan orang tenggelam dengan cepat.

Kesuliatannya dalam membuat proposal adalah waktu yang mepet dengan deadline. Meskipun terdapat anggota yang bekerja sambil kuliah, jadi pembuatan proposal di lembur sampai malam malam terus setiap harinya. Tetapi tim ini tetap optimis dan dan semangat berjuang minimal tembus 10 besar.

Puji syukur Alhamdulillah, setelah muncul pengumuman Top 10 Tim Teknik Mesin UMSIDA dinyatakan lolos dan berangkat ke Jakarta untuk presentasi Proposal Lomba. “Sebelum berangkat menuju Jakarta kita menyiapkan segala persiapan mulai membuat banner dan bahan presentasi yang baik. Melihat pesaing nya juga ndak main-main. Kita berlatih presentasi sebelum berangkat sampai larut malam”, Tutur Dinda.

Tim Lomba Teknik Mesin Saat Presentasi Proposal

Dinda menceritakan, “Saat presentasi berlangsung jujur rasanya sangat ‘grogi’, karena ini pengalaman pertama kami mengikuti lomba nasional dan lolos di tahap presentasi. Namun meskipun tidak menjadi juara 1,2 atau 3, kami dapat pengalaman yang besar yaitu melihat teman-teman Teknik Mesin lain dari kampus kampus ternama yang sudah berpengalaman dengan ide ide kreatif dan teknologi visualisasi gambar teknik yang sangat epic, jadi kami termotivasi untuk meniru yang baik untuk kedepannya.”

Seluruh Peserta Lomba Rancang Bangun beserta Juri dan Dosen Pembimbing

Bagaimanapun Tim ini merasa sangat bahagia sekali dan selalu bersyukur atas apapun yang Allah Ta’ala berikan, karena sudah lolos 10 besar dan mendapatkan dana pengembangan meskipun masuk Top 8. “Saran buat adik adik tetap semangat jangan kecil hati walau pesaing-pesaing lebih hebat, jika kamu berusaha maka kamu akan menuai hasilnya”, Pungkas Dinda.(why)

Related Post

Type your Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *