Sejarah Singkat

Lab Mesin Umsida Tahun 2015

Program Studi Mesin Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Muhammadiyah Sidoarjo adalah program pendidikan strata satu (S-1) yang berlokasi di Jl. Raya Gelam No 250 Candi Sidoarjo.

Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (UMSIDA) sebagai salah satu Perguruan Tinggi Muhammadiyah (PTM) secara konsisten menyelenggarakan Catur Dharma PTM sejak awal pendiriannya.Kehadiran UMSIDAdiawali dengan berdirinya Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Muhammadiyah Sidioarjo (STIT-MS) pada tahun 1984. Pada tahun akademik 1987/1988 didirikanlagi 2 (dua) Sekolah Tinggi yakni:Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian Muhammadiyah Sidoarjo (STIPER-MS) dan Sekolah Tinggi Manajemen Informatika danKomputer Muhammadiyah Sidoarjo (STIMIK-MS). Selanjutnya pada tahun akademik 1994/1995 didirikan Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Muhammadiyah Sidoarjo (STIE-MS) dan Sekolah Tinggi Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Muhammadiyah Sidoarjo (STISIPOL-MS).

Antusiasme masyarakat di Kabupaten Sidoarjo dan wilayah sekitarnya sangat besar, sehingga ada keinginan kuat untuk menggabungkan kelima sekolah tinggi tersebut menjadi Universitas Muhammadiyah Sidoarjo. Usaha sungguh-sungguh dilakukah untuk mewujudkan Universitas Muhammadiyah Sidoarjo melalui pengembangan kelembagaan, peningkatan sumber daya manusia, jumlah mahasiswa, iklim akademik, sarana prasarana, dan mutu lulusan. Akhirnya pada tahun 2000 berdiri Universitas Muhammadiyah Sidoarjo berdasarkan Surat Keputusan Menteri Pendidikan Nasional Nomor: 241/D/0/2000 sebagai bentuk perubahan atau pegabungan dari Sekolah-Sekolah Tinggi Muhammadiyah Sidoarjo menjadi Universitas Muhammadiyah Sidoarjo. Pada saat itu Program Studi Teknik Mesin sudah dapat memulai angkatan pertama pada tahun 1999.

Pendirian dan pengembanganUMSIDA didasarkan pada semangat perjuangan untuk mewujudkan Visi Muhammadiyah di bidang Pendidikan Tinggi melalui implementasi Catur Dharma  Perguruan Tinggi Muhammadiyah, yaitu: Pendidikan dan pengajaran, Penelitian, Pengabdian kepada Masyarakat, dan penguatan al-Islam Kemuhammadiyahan.

Pada tahun 2000, UMSIDA dipimpin oleh Prof. Dr. Syafiq A. Mughni, MA. Beliau menjadi rektor hingga tahun 2006. Pada era kepemimpinan beliau, UMSIDA mulai ekspansi dari kampus 1 di jalan Mojopahit 666B Sidoarjo ke kampus 2 di Jalan Raya Candi. Pada masa ini, UMSIDA memiliki lima fakultas, yaitu Fakultas Agama Islam, Fakultas Ekonomi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Fakultas Teknik, dan Fakultas Pertanian. Dari lima fakultas tersebut terdapat 15 program studi Sebagai perguruan tinggi muda, UMSIDA terus berbenah meskipun hingga tahun 2006 jumlah student body mahasiswa dari lima fakultas tersebut masih dikisaran di bawah 2000 orang.

Prof. Achmad Jainuri, MA., Ph.D menjadi rektor UMSIDA pada periode 2006 – 2014. Seiring dengan bertumbuhnya kepercayaan masyarakat, pembangunan dan perkembangan UMSIDA menjadi semakin pesat. Dibuktikan dengan bergabungnya Akademi Kebidanan (AKBID) Siti Khotijah Sepanjang pada tahun 2013 ke UMSIDA sehingga UMSIDA memiliki kampus ke-3 yang berlokasi di Jl. Raya Pilang Wonoayu untuk kegiatan akademik Fakultas Ilmu Kesehatan (FIKES). Selain FIKES, pada periode rektor ini berdiri pula tiga fakultas baru, yaitu Fakultas Psikologi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, serta Fakultas Hukum sehingga total fakultas yang ada yaitu sembilan fakultas. Dari sembilan fakultas ini, UMSIDA memiliki 22 program studi dengan total student body sekitar 5000 orang mahasiswa.

Sebagai salah satu Perguruan Tinggi unggul di Indonesia,UMSIDA sangat memahami tentang perannya dalam mencetak sumber daya manusia yang berkualitas, berakhlak mulia, dan memiliki kemampuan bersaing di lingkup global dalampengembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan/atau seni untuk kesejahteraan masyarakat. Untuk itu, dalam implementasi Catur Dharma Perguruan Tinggi di UMSIDA, proses pendidikannya memberikan penguatan pada empat pilar pendidikan, yaitu: learning to know, learning to do, learning to be, dan learning to live together.

Dalam proses pengelolaannya, tata kelola UMSIDA dikembangkan berdasarkan nilai- nilai Islam yang bersumber pada Al-Quran dan Al- Hadist serta ketentuan yang berlaku di persyarikatan Muhammadiyah. Nilai-nilai Islam dan Kemuhammadiyahan yang dipakai dalam membangun budaya organisasi terangkum dalam akronim UMSIDA, yaitu: Uswah: menjadi contoh yang baik; (2) Mandiri: mandiri secara etis dan organisatoris serta otonom; (3) Sinergi: bekerjasama dengan berbagai pihak dalam kebaikan dan ketaqwaan; (4) Integritas: kejujuran dan tanggungjawab; (5) Dinamis: selalu bergerak maju, berkembang, dan meningkat; dan (6) Amanah: terpercaya sehingga mendapat pengakuan dan dukungan dari berbagai pihak.

Pada masa kepemimpinan rektor UMSIDA yang ketiga saat ini, yaitu Dr. Hidayatulloh, M.Si, pembangunan Umsida semakin gencar dilakukan. Hal ini dilakukan untuk mewujudkan nilai-nilai UMSIDA serta visi untuk mewujudkan UMSIDA menjadi perguruan tinggi yang unggul dan inovatif dalam pengemangan IPTEKS berdasarkan nilai-nilai Islam untuk kesejahteraan masyarakat, UMSIDA sudah memiliki dua gedung kuliah bersama dengan 7 lantai serta auditorium untuk memberikan layanan akademik dan non akademik terhadap seluruh civitas akademik UMSIDA. Saat ini, UMSIDA sudah memiliki 28 program studi dengan student body berjumlah 10.350 mahasiswa. Hal ini menunjukkan bahwa proses pendidikan yang berjalan di UMSIDA sepanjang perjalanan sejarahnya adalah proses yang dijalankan dengan sungguh-sungguh untuk mewujudkan keunggulan sehingga kepercayaan masyarakatpun menjadi semakin bertambah. UMSIDA saat ini tidak hanya melayani mahasiswa dari Sabang hingga Merauke saja, tapi juga mahasiswa internasional.